PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Pernahkah Ibu mendapati anak kerap mengeluh kakinya sakit atau badannya lelah padahal tidak banyak beraktivitas? Kondisi tersebut bisa jadi gejala kekurangan kalsium pada anak lho, Bu.
Seperti diketahui, kalsium adalah salah satu nutrisi penting yang diperlukan untuk menunjang tumbuh kembang anak. Kekurangan nutrisi ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari kram otot sampai gangguan pertumbuhan.
Anak-anak bisa kekurangan kalsium karena pola makan tidak tepat, efek samping obat dan penyakit tertentu seperti penyakit ginjal, atau karena intoleransi makanan dari gangguan penyerapan laktosa.
Selain itu, anak cenderung kekurangan kalsium jika lahir dalam kondisi prematur, berat badan lahir rendah, atau lahir dari ibu pengidap diabetes atau gangguan kelenjar endokrin.
Untuk mengantisipasi gangguan nutrisi ini, yuk kenali masalah kesehatan yang dikenal dengan istilah medis hipokalsemia ini.
Kalsium adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan menjaga kesehatan tulang, serta menjalankan berbagai fungsi tubuh.
Mineral yang paling melimpah di dalam tubuh ini paling banyak disimpan di bagian tulang dan gigi. Hanya sebagian kecil kalsium yang disimpan di jaringan tubuh dan darah.
Karena bagian tubuh tertentu kaya akan kalsium, Ibu jangan heran kalau tulang dan gigi memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan anggota badan lainnya.
Seperti sedikit disinggung di atas, ada beberapa fungsi kalsium untuk anak yang pantang disepelekan, antara lain:
Sebagai informasi, penyakit Rickets atau rakitis adalah kelainan pertumbuhan yang membuat tulang rapuh dan mudah patah.
Kondisi ini rentan dialami bayi usia 6 bulan sampai anak umur 3 tahun, saat proses pertumbuhan struktur tulang masih terjadi.
Mengingat manfaat mineral ini penting untuk buah hati, pastikan Ibu mewaspadai munculnya tanda kekurangan mineral penting ini pada anak.
Kekurangan kalsium pada anak dapat dikenali dengan melihat beberapa masalah atau perubahan kondisi si kecil.
Berikut beberapa tanda kekurangan kalsium pada anak yang perlu Ibu waspadai:
Anak yang kekurangan kalsium biasanya sering kram atau nyeri otot. Kondisi ini umumnya muncul di bagian paha, terutama saat anak berjalan atau beraktivitas. Ibu juga perlu waspada jika anak mengeluhkan kesemutan di tangan, lengan, kaki, tungkai, atau area sekitar mulutnya. Gangguan ini biasanya tidak menetap, atau timbul dan hilang tapi sering terjadi.
Beberapa penelitian menunjukkan, kekurangan kalsium bisa menyebabkan gangguan suasana hati. Pada anak-anak, biasanya kondisi ini ditandai dengan si kecil yang rewel, mudah marah, atau murung berkepanjangan.
Kekurangan kalsium bisa menyebabkan anak mudah lelah, padahal si kecil tidak banyak beraktivitas. Kondisi ini disebabkan kadar kalsium yang rendah mengganggu metabolisme energi. Selain itu, Ibu juga patut curiga saat anak tidak fokus, pelupa, atau sering kebingungan.
Tulang, gigi, kuku, rambut adalah tempat penyimpanan utama kalsium di dalam tubuh. Agar bagian tubuh ini tetap kuat, kadar kalsium perlu terjaga. Kekurangan kalsium bisa membuat kuku dan gigi anak mudah patah. Selain itu, kulit dan rambut juga cenderung kering. Pada kondisi parah, tulang rapuh sampai perubahan postur tubuh sampai mengganggu gerak anak.
Baca Juga: Anak Belum Tumbuh Gigi? Cek Penyebabnya di Sini
Kebutuhan kalsium setiap orang berbeda-beda tergantung usia dan jenis kelamin. Tapi, orang paling banyak memerlukan kalsium pada saat usia 9 sampai 18 tahun. Kekurangan kalsium pada fase puncak pertumbuhan tulang anak ini bisa memengaruhi kekuatan tulang di masa dewasa sampai tua kelak.
Jika Ibu mendapati beberapa gejala kekurangan kalsium pada Si Kecil di atas, sebelum terlambat, ada baiknya segera konsultasikan masalah kesehatan ini ke dokter.
Apabila dicurigai ada masalah kesehatan ini, dokter biasanya akan merekomendasikan anak menjalani tes atau pemeriksaan kadar kalsium dalam darah.
Kekurangan kalsium pada anak perlu segera ditanggulangi agar tumbuh kembang buah hati tidak terganggu.
Berikut beberapa cara mengatasi kekurangan kalsium pada anak yang biasanya dianjurkan para ahli:
Anak yang kekurangan kalsium perlu ditambah asupan mineral ini. Caranya, Ibu dapat memberikan makanan tinggi kalsium seperti susu, keju, yogurt, serta sayuran hijau. Karena kandungan kalsiumnya, banyak Ibu meningkatkan konsumsi susu agar anak tumbuh tinggi.
Anak yang kekurangan kalsium juga perlu dipastikan kecukukan asupan vitamin D-nya. Caranya cukup praktis. Arahkan anak berjemur setidaknya 30 menit di pagi hari, utamanya sebelum pukul 10.
Jika asupan kalsium dan vitamin D alami dirasa belum mencukupi, dokter biasanya meresepkan suplemen kalsium dan vitamin D untuk anak yang kekurangan kalsium. Berikan suplemen tersebut sesuai anjuran dokter. Hindari sembarangan memberikan suplemen pada anak, karena kebutuhan zat gizi ini berbeda-beda dan perlu disesuaikan berdasarkan kondisi anak.
Beberapa anak memiliki intoleransi makanan, terutama gangguan penyerapan laktosa (gula alami dalam susu). Jika anak Ibu kesulitan mencerna laktosa, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi asupan kalsium non-laktosa.
Untuk memaksimalkan pertumbuhan tulang dan membantu penyerapan kalsium, anak perlu aktif bergerak dan rutin olahraga setidaknya satu jam setiap hari. Namun, anak yang masih kekurangan kalsium sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik yang berisiko menyebabkan patah tulang.
Mengingat pentingnya kalsium dan nutrisi lain bagi anak, Ibu yang ingin memberikan asupan penunjang tumbuh kembang anak dapat memberikan PediaSure sebanyak 2-3 kali sehari atau sesuai rekomendasi dokter.
PediaSure memiliki nutrisi lengkap yang diperkaya campuran sinbiotik prebiotik FOS, probiotik L.acidophilus, 14 macam vitamin, dan 9 mineral yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh agar anak tak gampang sakit.
Nutrisi tambahan ini juga dilengkapi dengan omega 3, omega 6, AA, dan DHA yang penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak.
Tak kalah penting, nutrisi harian ini juga mengandung 3 sumber protein, arginine, vitamin K2, dan tinggi kalsium yang penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia 1-10 tahun.
Itulah sekilas informasi mengenai kekurangan kalsium pada anak dan cara mengatasinya. Ibu jangan ragu berkonsultasi ke dokter jika khawatir ada masalah pada tumbuh kembang buah hati. Jangan lupa, jaga kesehatan si kecil dengan memberikan nutrisi terbaik setiap hari.
SUMBER:
Calcium: The Bone Builder Kids & Teens Need - HealthyChildren.org. Retrieved on July 28 2024 from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/calcium-the-bone-builder-kids-and-teens-need.aspx
What is hypocalcemia? - Children's Hospital of Philadelphia. Retrieved on July 28 2024 from https://www.chop.edu/conditions-diseases/hypocalcemia
Calcium - Consumer - NIH. Retrieved on July 28 2024 from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-Consumer/
Calcium - Better Health Channel. Retrieved on July 28 2024 from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/calcium
Calcium (for Parents) - Nemours KidsHealth. Retrieved on July 28 2024 from https://kidshealth.org/en/parents/calcium.html
Kelainan Pertumbuhan Tulang pada Anak - Kemenkes RI. Retrieved on July 28 2024 from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2095/kelainan-pertumbuhan-tulang-pada-anak
Calcium deficiency disease (hypocalcemia): 7 symptoms and causes - Medical News Today. Retrieved on July 28 2024 from https://www.medicalnewstoday.com/articles/321865#symptoms
Osteoporosis pada Anak - IDAI. Retrieved on July 28 2024 from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/osteoporosis-pada-anak
Kids need more than calcium to keep bones healthy - Children's National. Retrieved on July 28 2024 from https://riseandshine.childrensnational.org/kids-need-more-than-calcium-to-keep-bones-healthy/
Stay Connected