PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Ibu, salah satu kekhawatiran orangtua yang memiliki anak berusia balita adalah tumbuh kembang anak yang tidak sesuai usianya.
Banyak orangtua yang menganggap postur tubuh, entah itu kurus atau gemuk, menjadi patokan tumbuh kembang anak.
Padahal, salah satu cara paling efektif untuk memantau tumbuh kembang buah hati adalah dengan mengetahui berat badan ideal anak sesuai dengan usianya.
Selain mengukur pertambahan berat badan, untuk mengetahui normal tidaknya pertumbuhan anak juga bisa diketahui lewat pengukuran kenaikan panjang badan anak dan perubahan ukuran lingkar kepala.
Meski demikian, acuan yang digunakan untuk tiap kelompok usia dapat berbeda.
Ibu, saat ini Indonesia menggunakan kurva pertumbuhan milik Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan kurva dari Center for Disease Control Prevention (CDC,2000).
Sehingga, berat badan ideal anak menurut WHO merupakan salah satu acuan paling terpercaya dan bisa dipelajari untuk memantau pertumbuhan anak.
Standar yang telah disetujui WHO ini menggambarkan pertumbuhan anak normal sejak lahir hingga usia 5 tahun dalam kondisi lingkungan yang optimal dan dapat diterapkan pada semua anak di belahan dunia mana pun.
Tahukah Ibu, pada tahun 2006 lalu, WHO merilis kurva pertumbuhan untuk menggambarkan pertumbuhan anak mulai usia 0 sampai 59 bulan?
Kurva pertumbuhan ini jadi standar baku yang ditetapkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk digunakan tenaga medis di Indonesia dalam memantau tumbuh kembang anak sejak lahir sampai usia 5 tahun.
Menurut kurva pertumbuhan WHO, saat berusia 2 tahun, berat badan ideal anak berkisar antara:
Ibu, tabel berat badan ideal anak 1-5 tahun menurut WHO memudahkan Ibu untuk mengetahui apakah si kecil termasuk anak dengan berat badan kurang, normal, atau berlebih.
Usia | Anak perempuan | Anak laki-laki |
1 tahun | 7-11,5 kg | 7,7-12 kg |
2 tahun | 9-14,8 kg | 9,7-15,3 kg |
3 tahun | 10,8-18,1 kg | 11,3-18,3 kg |
4 tahun | 12,3-21,5 kg | 12,7-21,2 kg |
5 tahun | 13,7-24,9 kg | 14,1-24,2 kg |
Apabila berat badan si kecil masih dalam rentang tersebut, ia termasuk anak yang memiliki berat badan normal meskipun bisa saja perawakannya terlihat lebih kurus atau lebih gemuk dibandingkan anak seusianya.
Misalnya, Ibu bertanya normalkah anak usia 2 tahun berat badan 10 kg, maka Ibu tinggal melihat tabel itu.
Dari tabel terlihat, baik anak perempuan maupun anak laki-laki, memiliki berat badan 10 kilogram di usia 2 tahun masih tergolong normal.
Baca Juga: Ini Rumus Berat Badan Ideal Anak
Ibu, agar mengetahui apakah anak memiliki berat ideal atau tidak, Ibu bisa rutin mengecek berat badannya dan membandingkannya dengan tabel yang dikeluarkan WHO.
Ibu bisa mengecek berat badan anak di puskesmas, rumah sakit, atau mengukurnya secara mandiri di rumah.
Pemerintah Indonesia, melalui Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga memberikan rincian berat badan ideal anak dari usia 1 hingga 5 tahun.
Aturan itu tercantum dalam PMK No 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
Antropometri adalah metode untuk menilai ukuran, proporsi, dan komposisi tubuh manusia.
Penilaian status gizi si Kecil dilakukan dengan membandingkan hasil menimbang berat badan dengan Standar Antropometri Anak yang menggunakan berbagai cara.
Salah satu cara adalah menggunakan indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U) anak usia 0 sampai dengan 60 bulan.
Indeks tersebut digunakan untuk menentukan kategori berikut:
Ibu, apabila si kecil ternyata memiliki berat badan yang kurang ideal, ada baiknya Ibu mencari tahu sebabnya.
Mungkin saja, ada pola hidup kurang sehat yang menyebabkan anak sulit mencapai berat idealnya.
Ibu, memiliki anak dengan berat badan ideal mungkin menjadi keinginan semua orangtua. Namun, ada beberapa hal yang membuat kondisi itu tidak tercapai.
Beberapa faktor eksternal dapat mempengaruhi berat badan ideal anak 2 tahun menurut WHO tidak tercapai, di antaranya:
Jika Ibu mengalami masa sulit saat mengandung, misalnya kurang makan atau merokok, Ibu bisa memiliki anak dengan berat badan kurang. Sebaliknya, jika saat mengandung memiliki berat badan berlebih atau diabetes, anak yang dilahirkan mungkin lebih besar dari bayi lainnya.
Bayi lahir prematur atau kurang bulan biasanya memiliki berat badan lebih rendah dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan.
Bayi perempuan biasanya lebih kecil dibandingkan laki-laki saat dilahirkan.
Kelainan genetik seperti Down Syndrome atau Turner Syndrome bisa memengaruhi pertumbuhan kenaikan berat badan si kecil.
Baca Juga: Manfaat Susu Tinggi Kalsium Untuk Anak
Ibu, memiliki anak dengan berat badan ideal bukanlah hal yang mustahil, namun memang membutuhkan usaha yang lebih. Selain harus rutin memantau tinggi dan berat badan anak, Ibu juga harus disiplin mengatur pola makan, istirahat, serta kegiatan anak.
Salah satu yang terpenting adalah memastikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak tercukupi agar ia tetap sehat, bugar, cerdas, dan memiliki daya tahan tubuh kuat. Salah satu nutrisi tambahan untuk bantu lengkapi nutrisi harian adalah PediaSure.
Konsumsi PediaSure secara rutin dan teratur bisa jadi pilihan Ibu untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Alasannya, karena nutrisi tambahan PediaSure dilengkapi 14 vitamin dan 9 mineral serta campuran sinbiotik yang unik (Prebiotik FOS dan Probiotik L. acidophilus).
Sedangkan kandungan Omega 3 dan 6 serta AA dan DHA membantu kemampuan berpikir anak agar berkembang dengan baik.
Tak hanya itu, PediaSure juga mendukung pertumbuhan buah hati sejak usia 1 tahun dari 3 sumber protein (kasein, soya, dan whey) atau dikenal sebagai triple protein.
Ditambah dengan kandungan Arginine, Natural Vitamin K2, dan kalsium tinggi, PediaSure juga mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
Kabar baik lainnya, kandungan sukrosa PediaSure lebih rendah 42 persen tapi tetap memiliki rasa yang tetap enak. PediaSure memiliki 3 varian rasa, yaitu vanilla, madu & coklat. Ibu bisa mendapatkan PediaSure dalam ukuran 200 gram, 400 gram, atau 850 gram.
Mohon untuk selalu diingat ya, Ibu, bahwa berat badan ideal anak bisa dicapai dengan memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara seimbang. Maka dari itu, tetap semangat memberikan nutrisi harian untuk anak, ya, Bu!
SUMBER:
Pemantauan Pertumbuhan Anak - IDAI. Retrieved 28 July 2022, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pemantauan-pertumbuhan-anak
Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1) - IDAI . Retrieved 28 July 2022, from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1
Child growth standards - WHO. Retrieved 28 July 2022, from https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/child-growth-standards
Child growth standards - WHO. Retrieved 28 July 2022, from https://www.who.int/tools/child-growth-standards
Kurva Pertumbuhan WHO - IDAI. Retrieved 28 July 2022, from https://www.idai.or.id/professional-resources/kurva-pertumbuhan/kurva-pertumbuhan-who
Weight-for-age GIRLS, Birth to 5 years (z-scores) - WHO . Retrieved 28 July 2022, from https://cdn.who.int/media/docs/default-source/child-growth/child-growth-standards/indicators/weight-for-age/wfa-girls-0-5-zscores.pdf?sfvrsn=810222cc_11
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG STANDAR ANTROPOMETRI ANAK - KEMKES RI . Retrieved 28 July 2022, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf
Memastikan tumbuh kembang anak mencapai tinggi dan berat badan yang ideal dan optimal tidak mudah. Ketahui rahasia anak bisa tumbuh dengan ideal berikut
Berat badan ideal anak sesuai usia sering kali menjadi goal bagi para ibu. Bagaimana cara mencapainya? Ini daftar berat badan ideal anak menurut WHO
Susu bubuk dan susu UHT penambah berat badan anak 1 tahun jadi andalan orang tua. Tapi apakah Ibu benar-benar tahu panduan memilih susu olahan yang tepat?
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?
Stay Connected