Bu, Ini Manfaat dan Rekomendasi Makanan Rendah Serat untuk Anak

Bu, Ini Manfaat dan Rekomendasi Makanan Rendah Serat untuk Anak

makanan rendah serat
makanan rendah serat
makanan rendah serat
Tags:

Serat adalah salah satu nutrisi yang penting bagi tubuh manusia. Asupan nutrisi ini punya banyak manfaat seperti melancarkan pencernaan, mengontrol kadar gula darah, hingga menjaga berat badan tetap ideal.

Namun, pada kondisi tertentu konsumsi serat ternyata tidak dianjurkan. Misalnya saja pada kasus diare atau gangguan pencernaan lain. Dokter mungkin menganjurkan diet atau konsumsi makanan rendah serat pada kondisi seperti ini.

Tapi, apakah jenis diet ini juga cocok untuk anak-anak? Yuk, simak informasi mengenai diet rendah serat di sini!

Apa Itu Makanan Rendah Serat?

Diet rendah serat adalah pola makan yang menghindari makanan dengan kandungan serat tinggi. Jenis makanan yang dikonsumsi saat menjalankan pola makan ini adalah makanan rendah serat atau tidak mengandung serat sama sekali.

Sedangkan makanan rendah serat merupakan makanan yang sedikit atau sama sekali tidak meninggalkan sisa/ampas yang tidak terserap oleh usus. Tujuan konsumsi makanan ini adalah membantu mencegah penyumbatan usus.

Pola makan ini dapat membantu sisa makanan yang tidak serap tubuh melewati saluran cerna dalam bentuk kotoran yang lebih kecil. Hal ini dapat membantu jika Si Kecil mengalami diare, sakit perut, atau gangguan pencernaan pada anak. Dengan kata lain, ini dapat menjadi makanan untuk diare.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mengatasi Diare pada Anak

7 Manfaat Makanan Rendah Serat untuk Anak

Pola makan ini tidak hanya bermanfaat untuk atasi diare pada anak saja. Ada sejumlah manfaat pola makan rendah serat yang bisa didapatkan oleh Si Kecil.

1. Persiapan operasi perut

Kebanyakan operasi area perut atau saluran pencernaan, puasa dan pola makan rendah serat sangat direkomendasikan. Tujuannya agar usus  dan saluran cerna lainnya bebas dari sisa makanan.

2. Kolonoskopi

Karena tujuan kolonoskopi adalah melihat isi dalam usus besar secara jelas, maka diet rendah serat penting dilakukan. Hal ini memastikan dalam usus besar bersih dari berbagai benda yang mungkin menyulitkan dokter mengevaluasi kondisi usus.

3. Pengobatan ambeien

Untuk meringankan gejala wasir, memastikan feses berukuran lebih kecil dan lebih lembek penting dilakukan. Karena itu, biasanya selama pengobatan ambeien, dokter akan meminta pasien mengonsumsi makanan rendah serat.

4. Pengobatan kanker

Beberapa jenis pengobatan kanker berpengaruh pada saluran pencernaan. Pola makan rendah serat dapat membantu mengurangi iritasi dan menurunkan risiko gangguan usus.

5. Pemulihan dari penyakit peradangan usus

Beberapa kondisi dikelompokkan dalam peradangan usus, baik usus halus dan usus besar. Diet rendah serat sering kali diterapkan pada pasien dengan kondisi ini. Misalnya saja penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.

6. Pemulihan divertikulitis

Divertikulitis adalah peradangan yang terjadi pada divertikula, di area kolon. Konsumsi makanan rendah serat dapat membantu mengistirahatkan usus setelah peradangan parah.

7. Meredakan sakit perut

Konsumsi makanan yang rendah serat akan membatasi gerakan usus si Kecil. Ini dapat membantu mengatasi diare dan gejala lain seperti sakit perut. Setelah beberapa hari mengonsumsi makanan berserat rendah, Ibu bisa Kembali memberikan asupan serat untuk Si Kecil ketika gejala diarenya membaik.

Baca Juga: Konstipasi pada Anak? Cari Tahu Penyebab dan Cara Menyembuhkannya di Sini!

7 Makanan Rendah Serat untuk Anak

Ibu telah mengetahui apa saja manfaat dari konsumsi makanan berserat rendah. Tapi, apa saja ya contoh makanan dengan serat yang rendah?

1. Nasi putih

Makanan berserat rendah juga kerap disebut dengan istilah makanan putih. Salah satunya adalah nasi putih. Sebagai makanan yang berserat rendah, nasi putih dapat membantu masalah pencernaan. Dengan konsumsi nasi putih, Si Kecil tetap dapat sumber energi tanpa membebani kinerja saluran cernanya.

2. Kentang

Kentang yang dimasak seperti direbus, dikukus, dipanggang, atau dijadikan kentang tumbuk tanpa kulit termasuk dalam makanan yang punya serat rendah. Tekstur lembut dari kentang yang sudah dimasak mudah dikonsumsi oleh Si Kecil yang sedang diare.

3. Melon

Buah sering dijadikan sebagai sumber serat. Namun, tahukah Ibu, ada beberapa jenis buah yang mengandung serat rendah. Salah satunya adalah melon. Dalam 100 gram buah melon, hanya terdapat 1 gram serat. Melon juga punya kandungan air yang cukup banyak. Ini bisa membantu hidrasi Si Kecil yang sedang sakit.

4. Semangka

Selain melon, semangka juga jadi buah yang memiliki serat rendah. Bahkan, 100 gram semangka hanya terdapat 0,4 gram serat lho, Bu. Buah ini juga punya kandungan air yang tinggi untuk bantu hidrasi Si Kecil.

5. Telur

Saat diminta melakukan diet rendah serat, biasanya dokter akan menyarankan pemberian protein lebih banyak, Bu. Telur misalnya, sama sekali tidak mengandung serat. Selain itu, telur juga punya banyak kandungan nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang anak.

6. Ikan

Ikan juga merupakan makanan yang tidak mengandung serat sama sekali. Baik ikan air tawar maupun ikan laut sama-sama tidak mengandung serat. Ikan gabus, bawal, kakap, cakalang menurut data dari Panganku tidak memiliki serat sama sekali.

7. Susu

Susu adalah salah satu bahan pangan yang tidak mengandung serat. Meski begitu, pada Si Kecil yang mengalami diare, susu biasanya juga perlu dihindari. Itu karena susu dapat menyebabkan rasa tidak nyaman jika Si Kecil mengalami intoleransi laktosa. Untuk itu, Ibu perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu ketika memberi susu pada anak yang mengalami diare atau gangguan pencernaan.

Namun, ketika Si Kecil tidak mengalami gangguan pencernaan, Ibu bisa memberikannya asupan susu. Susu merupakan salah satu bahan pangan yang punya banyak kandungan nutrisi. Beberapa jenis nutrisi dan bahan bioaktif dalam susu untuk daya tahan tubuh berperan untuk mengoptimalkan kinerja organ limfoid.

Rekomendasi Asupan Nutrisi Rendah Serat untuk Anak

Nah, salah satu asupan nutrisi rendah yang bisa Ibu pilih adalah PediaSure. PediaSure merupakan susu pertumbuhan yang diformulasikan secara ilmiah untuk anak usia 1 sampai 10 tahun dengan pertumbuhan normal. PediaSure sendiri ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak dan mendukung pertumbuhan nyatanya.

Artinya, PediaSure menjadi asupan nutrisi tambahan yang diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak agar optimal. PediaSure sendiri punya banyak varian rasa yang enak dan disukai oleh anak-anak seperti vanila, madu, cokelat, dan classic milky.

Jika Ibu khawatir mengenai kandungan gulanya, PediaSure kini hadir dengan formula sukrosa yang lebih rendah 42 persen dibanding formula sebelumnya.

PediaSure diformulasikan dengan Triple Protein (Soya, Whey, dan Casein). Merk ini juga dilengkapi dengan kandungan Arginine dan Vitamin K2. PediaSure juga diperkaya DHA, AA, Omega 3 & 6, serta campuran Prebiotik FOS & Probiotik L.acidophilus, 14 Vitamin dan 9 Mineral.

Untuk mendapat manfaat optimal dari kandungan nutrisi tersebut, Ibu bisa memberikan segelas PediaSure dua kali dalam satu hari.

Jadi, sudah tahu ‘kan Bu, kapan Si Kecil perlu mengonsumsi makanan rendah serat? Semoga informasi ini dapat membantu ya!

SUMBER: 

Dietary fiber: Essential for a healthy diet - Mayo Clinic. Retrieved on July 29 2024 from  https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983

DIET RENDAH SERAT - RSIA Limijati. Retrieved on July 29 2024 from  https://www.rsia-limijati.com/post/diet-rendah-serat

Low Fibre Diet (Low Residue Diet) - NHS. Retrieved on July 29 2024 from  https://elht.nhs.uk/application/files/3315/8556/0327/DIET-002-LowFibrelowresiduediet-2019.pdf

High-Fiber and Low-Fiber Foods | Low or High Fiber Diet During Cancer Treatment - American Cancer Society. Retrieved on July 29 2024 from  https://www.cancer.org/cancer/survivorship/coping/nutrition/low-fiber-foods.html

The Benefits of a Low Residue Diet - Cary Gastro. Retrieved on July 29 2024 from  https://www.carygastro.com/blog/the-benefits-of-a-low-residue-diet

Low-fiber diet do's and don'ts - Mayo Clinic. Retrieved on July 29 2024 from  https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/low-fiber-diet/art-20048511

Low Fiber Diet - Rush University Medical Center. Retrieved on July 29 2024 from  https://www.rush.edu/sites/default/files/2020-09/low-fiber%20diet.pdf

Is White Rice Healthy or Bad for You? - Healthline. Retrieved on July 29 2024 from  https://www.healthline.com/nutrition/is-white-rice-bad-for-you

Melon - Panganku. Retrieved on July 29 2024 from  https://panganku.org/id-ID/view 

Semangka - Panganku. Retrieved on July 29 2024 from  https://panganku.org/id-ID/view 

Telur - Panganku. Retrieved on July 29 2024 from  https://panganku.org/id-ID/view 

Ikan - Panganku. Retrieved on July 29 2024 from  https://panganku.org/id-ID/view 

Eating a Low Residue Diet - My Life House. Retrieved on July 29 2024 from  https://www.mylifehouse.org.au/wp-content/uploads/2016/04/Information-about-Low-Residue-Diet.pdf

Role of Milk and Milk Product in Body Immune System - Universitas Gadjah Mada. Retrieved on July 29 2024 from  https://ugm.ac.id/en/news/15275-role-of-milk-and-milk-product-in-body-immune-system/   

Baca Selengkapnya Tentang Tumbuh Kembang si Kecil

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...