PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Ibu, menjaga tumbuh kembang anak agar tetap optimal tentu menjadi perhatian utama. Namun, ada kalanya pertumbuhan anak mengalami hambatan yang dikenal sebagai weight faltering. Kondisi ini bisa membuat Ibu khawatir karena berhubungan dengan kesehatan dan perkembangan si kecil secara keseluruhan.
Penting untuk mengenali tanda-tandanya, memahami penyebab yang mungkin terjadi, serta mengetahui cara mengatasinya agar anak kembali ke jalur pertumbuhan yang sehat. Yuk, simak pembahasan lengkap tentang weight faltering di bawah ini!
Weight faltering adalah gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai berat badan berada di bawah rata-rata atau di bawah standar kurva tinggi badan untuk usia WHO.
Weight faltering dapat memicu risiko gagal tumbuh atau stunting pada anak jika tak segera ditangani. Kementerian Kesehatan menyatakan weight faltering menjadi salah satu problem gizi yang perlu diselesaikan untuk menurunkan prevalensi stunting.
Si Kecil yang mengalami weight faltering biasanya sulit bertambah berat badannya selama beberapa bulan. Pada sejumlah kasus, problem tersebut juga bisa ditandai penurunan berat badan anak secara signifikan. Meski demikian, weight faltering adalah problem kesehatan yang kadang tak menunjukkan gejala spesifik.
Hal ini membuat orangtua sulit mendeteksi kondisi si Kecil. Namun, Ibu dapat mendeteksinya lewat pemantauan yang merujuk buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau Kartu Menuju Sehat. Berikut kenaikan berat badan setiap bulan yang menunjukkan berat badan ideal anak laki-laki yang terbebas weight faltering:
Adapun pada anak perempuan yang tumbuh dengan sehat, berat badan setiap bulan setidaknya atau minimal akan mencapai angka kenaikan berikut ini:
Penyebab weight faltering secara umum ada dua. Pertama kurangnya asupan nutrisi. Kedua, adanya infeksi tertentu atau kelainan genetik. Sementara merujuk jurnal Maternal and Child Nutrition, weight faltering dapat disebabkan kekurangan gizi kronis serta pengaruh lingkungan yang buruk.
Beberapa faktor yang bisa menyebabkan kekurangan gizi kronis pada anak dan memicu penurunan berat badan antara lain:
Selain itu, ada sejumlah kondisi medis pada anak yang dapat menambah risiko weight faltering. Hal itu seperti berat badan lahir rendah, kelainan kongenital seperti bibir sumbing yang membuat anak kesulitan menyusu, gangguan hormon, kelainan darah, kerusakan otak, hingga gangguan sistem pencernaan.
Baca Juga: Catat! Ini 5 Penyebab Anak Susah BAB dan Cara Mengatasinya
Cara mengatasi weight faltering perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Biasanya tenaga medis akan membantu orang tua untuk menemukan penyebab gangguan pertumbuhan anak. Namun secara umum, berikut cara mengatasi weight faltering.
Membuat waktu makan lebih mudah dan menyenangkan. Hal itu dapat dicapai dengan memiliki rutinitas makan. Ibu dan si Kecil dapat mengatur makan bersama pada waktu yang sudah ditentukan. Letakkan anak di kursi tinggi. Cara ini membuat si Kecil lebih gampang menikmati makanan di depannya. Ibu juga dapat mematikan piranti elektronik sehingga anak bisa lebih fokus menyantap makanan.
Pelajari juga sinyal lapar-kenyang anak. Ini akan sangat membantu Ibu memberi makan si Kecil.
Berikan makanan berkalori tinggi dan sehat untuk si Kecil. Daging segar tanpa lemak, alpukat dan keju dapat menjadi pilihan. Selain itu, sayuran, biji-bijian, selai kacang dan tambahan mentega pada makanan dapat meningkatkan kalori yang dibutuhkan si Kecil.
Susu juga dapat menjadi alternatif untuk mengatasi weight faltering sebagai tambahan asupan untuk menjaga kecukupan nutrisi anak.
Ada sejumlah cara yang dapat Ibu ambil untuk mencegah weight faltering pada si Kecil. Berikut di antaranya:
Rutin memonitor berat badan anak adalah bagian penting dalam mencegah weight faltering. Selain itu perlu juga mengukur panjang badan dan lingkar kepala, kemudian mengevaluasi hasil monitor setiap bulannya.
Pertumbuhan anak dapat dipantau melalui grafik KMS (Kartu Menuju Sehat). Grafik ini digunakan untuk mengukur dan menimbang pertumbuhan si Kecil berdasarkan jenis kelamin, umur, lingkar badan, kepala, dan indikator lainnya.
Baca Juga: Rutin Cek Pertumbuhan Anak, Bantu Cegah Faltering Growth
Ketika, anak terlihat enggan menyusu atau makan, tidak ada salahnya segera berkonsultasi dengan dokter anak. Konsultasikan dengan ahli gizi klinis untuk mendapatkan masukan untuk pemenuhan kebutuhan gizi si Kecil.
Weight faltering banyak terjadi karena asupan nutrisi harian anak tidak terpenuhi. Untuk mencegahnya, Ibu perlu memastikan asupan nutrisi harian si Kecil terpenuhi.
Bila perlu, Ibu dapat memberikan PediaSure sebanyak 2-3 kali sehari atau sesuai rekomendasi dokter untuk menjaga tumbuh kembang anak. PediaSure memiliki nutrisi lengkap yang diperkaya campuran sinbiotik prebiotik FOS, probiotik L.acidophilus, 14 macam vitamin, dan 9 mineral yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.
Nutrisi tambahan ini juga dilengkapi dengan omega 3, omega 6, AA, dan DHA yang penting untuk bantu meningkatkan kemampuan berpikir anak. PediaSure juga mengandung Triple Protein, Arginine, Vitamin K2, dan tinggi Kalsium untuk bantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia 1-10 tahun.
Jadi, upaya penting mencegah weight faltering adalah dengan memberi asupan nutrisi setiap hari ya, Bu!
SUMBER:
Healthy Growth & Weight Faltering - The GP Infant Feeding Network (UK). Retrieved on July 28 2024 from https://gpifn.org.uk/healthy-growth-weight-faltering/
Waspadai Weight Faltering, Faktor Risiko Stunting pada Anak - Siloam Hospitals. Retrieved on July 28 2024 from https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-weight-faltering
Waspada, 4 Masalah Gizi ini Berisiko Anak jadi Stunting - Kemenkes RI. Retrieved on July 28 2024 from https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230127/1442287/waspada-4-masalah-gizi-ini-berisiko-anak-jadi-stunting/
Failure to Thrive: Symptoms, Causes, and Treatments - Healthline. Retrieved on July 28 2024 from https://www.healthline.com/health/failure-to-thrive
Buku : Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Bidan dan Perawat - Kemenkes RI. Retrieved on July 28 2024 from https://ayosehat.kemkes.go.id/layout-peningkatan-kesehatan-ibu-dan-anak-untuk-bidan-dan-perawat
Standar Antropometri Anak - Kemenkes RI. Retrieved on July 28 2024 from https://yankes.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1660187306_961415.pdf
Mencegah Weight Faltering pada Bayi ASI Eksklusif - RSAB Harapan Kita. Retrieved on July 28 2024 from https://www.rsabhk.co.id/artikel-kesehatan/mencegah-weight-faltering-pada-bayi-asi-eksklusif
Linear growth faltering and the role of weight attainment: Prospective analysis of young children recovering from severe wasting in Niger - PMC. Retrieved on July 28 2024 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6849732/
Lokakarya Pembuatan SOP Tatalaksana Balita dengan masalah gizi dan tumbuh kembang : Weight Faltering, Gizi Kurang, Gizi Buruk dan Stunting - Puskesmas Mojokerto. Retrieved on July 28 2024 from https://puskesmas-pacet.mojokertokab.go.id/detail-berita/lokakarya-pembuatan-sop-tatalaksana-balita-dengan-masalah-gizi-dan-tumbuh-kembang-weight-faltering-gizi-kurang-gizi-buruk-dan-stunting-1698216018
Recovery in Young Children with Weight Faltering: Child and Household Risk Factors - The Journal of Pediatrics. Retrieved on July 28 2024 from https://www.jpeds.com/article/S0022-3476(15)01342-6/fulltext
Failure to Thrive - StatPearls - NCBI Bookshelf. Retrieved on July 28 2024 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459287/
Introduction - Faltering Growth – recognition and management - NCBI Bookshelf. Retrieved on July 28 2024 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536451/
Stay Connected