PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Siapa sih yang tidak ingin anaknya tumbuh dengan optimal? Tapi, untuk mendapatkan pertumbuhan anak yang optimal, Si Kecil harus punya status gizi yang baik.
Status gizi sendiri merupakan salah satu tolok ukur apakah kebutuhan asupan gizi Si Kecil sudah baik atau belum. Status gizi biasanya tercermin dalam berat badan dan tinggi badan anak.
Namun, kadang kala status gizi anak tidak baik. Si Kecil bisa saja mengalami gizi kurang ataupun gizi buruk. Jika sudah begitu, Ibu perlu segera melakukan intervensi agar status gizi anak kembali baik. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan pemberian susu untuk anak kurang gizi.
Pasalnya, kekurangan gizi pada anak (terutama pada usia balita) bukan hanya akan mempengaruhi perkembangan fisiknya, tapi juga bisa berpengaruh pada perkembangan otak dan kecerdasan anak. Tidak hanya itu, jika anak kurang gizi dalam jangka Waktu yang panjang dapat mengakibatkan stunting dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Itulah mengapa ketika mendapat diagnosis anak gizi buruk, Ibu perlu segera mengatasinya.
Namun, sebelum membahas mengenai bagaimana cara mengatasi kekurangan gizi pada anak, kita perlu mengetahui terlebih dahulu tentang penyebab dan gejala gizi buruk pada anak. Yuk, kita simak bersama di bawah ini.
Kekurangan gizi menjadi salah satu penyebab kematian terbesar pada anak-anak di Dunia. Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 angka balita yang mengalami gizi buruk mencapai 3,9 persen. Sedangkan balita yang mengalami gizi kurang adalah 13,8 persen.
Tentu Ibu tidak ingin Si Kecil menjadi satu di antaranya, bukan? Karena itu, mengetahui apa saja penyebab dan faktor risiko kekurangan gizi pada anak perlu kita ketahui sejak dini.
Secara garis besar, ada 4 penyebab dasar gizi buruk pada anak. Berikut penjelasannya.
Gizi buruk bukan hanya tentang anak susah makan saja. Tapi, kekurangan gizi pada anak lebih banyak terjadi karena Si Kecil terlalu makan makanan yang tidak bernutrisi atau tidak punya nilai gizi. Ketika Si Kecil tidak mendapatkan cukup makanan dengan nilai gizi baik, tubuhnya pun tidak dapat menyerap nutrisi dan menjadikannya kurang gizi.
Beberapa kondisi kesehatan juga dapat menyebabkan anak mengalami gizi buruk. Misalnya saja penyakit yang menyebabkan penurunan nafsu makan, mual atau muntah, diare, atau pneumonia. Si Kecil juga dapat menjadi kekurangan gizi karena kebutuhan energi tubuh meningkat. Misalnya mengalami pemulihan dari cedera.
Ibu yang kekurangan gizi selama kehamilan lebih mungkin mengalami komplikasi saat persalinan. Selain itu, anak yang lahir dari Ibu kurang gizi biasanya juga mengalami berat badan lahir rendah atau gizi buruk. Tak sampai di situ, proses menyusui pun bisa terhambat jika gizi Ibu tidak cukup baik. Ini dapat menjadi faktor risiko anak kurang gizi.
Anak yang hidup di lingkungan kesulitan secara ekonomi umumnya sulit mendapatkan asupan makanan yang punya nilai gizi baik. Kondisi ini juga kerap dialami oleh anak yang punya lingkungan sosial buruk. Misalnya lingkungan sosial yang akrab dengan ketidakadilan gender, pendidikan rendah, serta akses sanitasi dan air bersih yang buruk. Selain itu, anak-anak yang berada di wilayah perang atau konflik juga lebih berisiko mengalami gizi buruk.
Baca Juga: 7 Cara Memilih Susu Penambah Nutrisi untuk Berat Badan Anak dan Rekomendasinya
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, status gizi anak dilihat dari berat badan dan tinggi badannya. Anak yang mengalami gizi kurang atau gizi buruk biasanya memiliki berat dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya. Selain itu, ada beberapa gejala yang juga sering terlihat pada anak gizi buruk, misalnya:
Ibu perlu membawa Si Kecil periksa ke dokter jika mencurigai kekurangan gizi. Dokter akan memberikan perawatan dan solusi berdasarkan penyebab anak mengalami kekurangan gizi. Namun, secara garis besar, solusi yang bisa Ibu lakukan adalah:
Umumnya, dokter akan meminta Ibu mengubah asupan makanan anak berdasarkan isi piringku atau pedoman makanan gizi seimbang. Beberapa dokter mungkin akan meminta Ibu memberikan Si Kecil makanan yang sudah difortifikasi nutrisi yang lebih lengkap. Memberikan camilan dengan gizi lengkap dan/atau susu untuk anak kurang gizi juga mungkin direkomendasikan.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, infeksi juga bisa menjadi penyebab anak kurang gizi. Karena itu, jika Si Kecil mengalami kekurangan gizi karena suatu penyakit, dokter biasanya akan mengobati penyakit yang diderita Si Kecil terlebih dahulu sebelum fokus pada status gizinya.
Tata laksana mengatasi malnutrisi pada anak yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1999 adalah pemberian susu yang sudah difortifikasi dengan nutrisi. Pada tata laksana yang sudah diperbaharui, WHO juga merekomendasikan pemberian makanan yang sudah diformulasikan khusus dengan energi dan nutrisi sebagai satu solusi.
Di Indonesia sendiri, susu atau makanan yang ditujukan untuk mengatasi hal tersebut disebut dengan Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK). PKMK menjadi salah satu makanan yang diberikan sebagai tata laksana nutrisi pada anak-anak dengan risiko stunting seperti berat badan kurang atau tinggi badan kurang. Tujuannya adalah agar Si Kecil dapat mencapai kejar tumbuh.
Di antara macam-macam PediaSure, yang termasuk ke dalam PKMK adalah PediaComplete. PediaComplete memang ditujukan untuk Si Kecil yang didiagnosis mengalami risiko gagal tumbuh. Untuk penggunaan yang tepat, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, ya Bu!
Sedangkan untuk anak usia 1-10 tahun dengan pertumbuhan normal, Ibu bisa memberikan PediaSure. Asupan nutrisi ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak yang dibarengi dengan pola makan bergizi seimbang.
PediaSure diformulasikan dengan Triple Protein (Soya, Whey, dan Casein). Merk ini juga dilengkapi dengan kandungan Arginine dan Vitamin K2. PediaSure juga diperkaya DHA, AA, Omega 3 & 6, serta campuran Prebiotik FOS & Probiotik L.acidophilus, 14 Vitamin dan 9 Mineral.
Kandungan zat gizi tersebut dapat bantu mengoptimalkan pertumbuhan fisik Si Kecil sekaligus membantu meningkatkan kemampuan berpikir anak, serta bantu memperkuat daya tahan tubuhnya.
Ibu bisa memberikan PediaSure dua kali sehari. Cara penyajiannya adalah dengan melarutkan 4 sendok takar PediaSure dalam 190 ml air.
Jadi, sudah tahu ya Bu, apa susu untuk anak kurang gizi? Semoga informasi ini membantu ya!
SUMBER:
Wasting (Gizi Kurang dan Gizi Buruk) dan Dampaknya pada Anak - UNICEF Indonesia. Retrieved on July 25 2024 from https://www.unicef.org/indonesia/id/gizi/artikel/dampak-wasting-pada-anak
Seperti Apa Masalah Status Gizi pada Balita? - Kemenkes RI. Retrieved on July 25 2024 from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/3145/seperti-apa-masalah-status-gizi-pada-balita
Penanganan Gizi Buruk dan Upaya Pencegahannya - Kemenkes RI. Retrieved on July 25 2024 from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2874/penanganan-gizi-buruk-dan-upaya-pencegahannya
How Malnutrition Affects Developing Countries - Save The Children. Retrieved on July 25 2024 from https://www.savethechildren.org/us/charity-stories/what-is-malnutrition-in-children
Malnutrition – Causes - NHS. Retrieved on July 25 2024 from https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/causes/
Maternal nutrition - UNICEF. Retrieved on July 25 2024 from https://www.unicef.org/nutrition/maternal
Effect of socioeconomic factors on malnutrition among children in Pakistan - Future Business Journal. Retrieved on July 25 2024 from https://fbj.springeropen.com/articles/10.1186/s43093-020-00032-x
2. impact of armed conflict on the nutritional situation of children - FAO. Retrieved on July 25 2024 from https://www.fao.org/4/w2357e/W2357E02.htm
Malnutrition: Symptoms, causes, diagnosis, and treatment - Medical News Today. Retrieved on July 25 2024 from https://www.medicalnewstoday.com/articles/179316#symptoms
Malnutrition - Johns Hopkins Medicine. Retrieved on July 25 2024 from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/malnutrition
Malnutrition – Treatment - NHS. Retrieved on July 25 2024 from https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/treatment/
WHO issues new guidance for treating children with severe acute malnutrition - WHO. Retrieved on July 25 2024 from https://www.who.int/news/item/27-11-2013-who-issues-new-guidance-for-treating-children-with-severe-acute-malnutrition
Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting - Kemenkes. Retrieved on July 25 2024 from https://yankes.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1673400525_335399.pdf
Stay Connected