PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Ibu tentu sudah akrab dengan istilah tumbuh kembang anak. Tapi, tahukah Ibu, istilah tumbuh dan kembang sebenarnya adalah dua proses yang berbeda. Tumbuh adalah bertambahnya ukuran tubuh Si Kecil. Sedangkan kembang adalah bertambahnya kemampuan si Kecil. Misalnya saja perkembangan dari segi bahasa, mental sosial, motorik, dan juga kognitif.
Meski proses yang berbeda, tapi keduanya tidak dapat dipisahkan. Bahkan, pendukung tumbuh kembang anak pun punya muara yang sama yaitu nutrisi. Salah satunya adalah pemberian susu tinggi protein untuk anak.
Ya, protein tidak hanya berperan untuk pertumbuhan fisik, tapi juga perkembangan Si Kecil. Protein utamanya penting bagi perkembangan kognitif atau proses berpikir Si Kecil.
Selain asupan nutrisi, perkembangan si Kecil juga perlu distimulasi agar terus berkembang. Tapi, sebelum membahas tentang stimulasi tumbuh kembang anak, kita perlu tahu terlebih dahulu apa sih pentingnya memahami perkembangan anak usia dini.
Ibu tentu kerap mendapat pertanyaan, Si Kecil sudah bisa apa? Nah, kebiasaan atau kemampuan anak inilah yang disebut dengan perkembangan.
Perkembangan sendiri dimulai dari yang paling sederhana seperti kontak mata hingga pada kemampuan yang makin kompleks seiring bertambahnya usia. Kemampuan-kemampuan ini penting bagi kehidupan Si Kecil sehari-hari. Misalnya saja kemampuan motorik kasar seperti berjalan, kemampuan bahasa seperti bicara, dan lain sebagainya.
Tahukah Ibu, ternyata keberhasilan kemampuan-kemampuan itu ditentukan oleh keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan otak Si Kecil. Itulah mengapa memahami perkembangan anak usia dini penting.
Pasalnya, otak tumbuh dan berkembang dengan pesat pada 1.000 hari pertama kehidupannya. Otak tumbuh hingga 80 persen ukuran dewasa ketika berusia 2 tahun. Ini disebut sebagai periode kritis perkembangan anak. Meski sekilas kemampuan-kemampuan ini alami dimiliki, tapi tetap ada kemungkinan terjadinya gangguan atau keterlambatan perkembangan.
Ketika perkembangan anak terganggu, Si Kecil mungkin tidak bisa mengembangkan kemampuan potensialnya. Bahkan, Si Kecil mungkin harus selalu bergantung pada orang lain dan memerlukan bantuan untuk melakukan aktivitas harian. Karena itulah, memastikan fase perkembangan Si Kecil sudah sesuai usia penting dilakukan.
Ada banyak penyebab terjadinya gangguan perkembangan misalnya gangguan genetik atau kromosom, gangguan saraf, riwayat bayi risiko tinggi, riwayat sakit berat, hingga kurangnya stimulasi.
Baca Juga: Memahami Perkembangan Anak Usia 1-12 Tahun
Pada anak normal, kurangnya stimulasi kerap menjadi penyebab keterlambatan perkembangan. Stimulasi usia dini dapat membuat otak anak berkembang pada potensi maksimalnya. Dengan stimulasi di usia dini, Ibu membuka kesempatan untuk langkah sukses anak di usia sekolah bahkan hingga dewasa.
Lalu, bagaimana cara stimulasi terbaik untuk tumbuh kembang anak usia dini? Sebenarnya, langkah-langkah stimulasi bukanlah hal yang sulit. Bahkan bisa dilakukan di rumah. Berikut 7 tips stimulasi tumbuh kembang anak yang bisa Ibu terapkan di rumah
Dunia anak adalah dunia bermain. Tapi ternyata bermain tidak hanya memberikan rasa senang pada anak, tapi juga merangsang perkembangannya. Bermain rumah-rumahan atau balok misalnya bisa membantu merangsang kemampuan motorik dan kognitif Si Kecil. Ada banyak permainan yang bisa Ibu lakukan bersama dengan Si Kecil.
Untuk mendukung stimulasi ini, Ibu juga bisa memilih mainan sesuai dengan fase perkembangan anak. Contohnya, anak usia 3 bulan tentu masih belum bisa bermain puzzle. Anak usia tersebut lebih pas dengan mainan kerincingan yang melatih kemampuan mendengar dan merespons suara.
Baca Juga: Main di Dalam Ruangan? Ini 7 Rekomendasi Game untuk Anak SD
Setiap kali ada kesempatan, Ibu perlu berinteraksi dengan Si Kecil. Hal ini bisa dilakukan sejak bayi baru lahir lho, Bu. Misalnya saat memandikan, mengganti popok, atau menyusui Ibu bisa mengajak Si Kecil bicara tentang aktivitas yang dilakukan.
Jangan lupa lakukan kontak mata agar Si Kecil mengerti Ibu sedang fokus padanya ya. Cara ini dapat menstimulasi kemampuan sosial, kognitif, dan berbahasa Si Kecil. Kontak mata saat berinteraksi dengan Si Kecil sejak bayi dapat meningkatkan kemampuan sosial-emosional dan komunikasinya. Penelitian membuktikan bahwa bayi yang sudah terbiasa mendapat kontak mata yang baik di usia dini lebih mungkin punya perkembangan yang lebih baik di usia pra-sekolah.
Membacakan buku dan bercerita dapat membantu perkembangan Si Kecil dalam berbagai aspek. Cara ini ampuh untuk menstimulasi kemampuan bahasa anak usia dini dengan cara mengenal suara, kata, dan bahasa. Bercerita juga merangsang imajinasi dan rasa penasaran Si Kecil. Selain itu, ini juga bisa bantu mendukung perkembangan otak, kognitif, dan emosi anak. Dengan bercerita, anak juga belajar mengenal dunia di sekitarnya. Ketika dilakukan, kegiatan ini pun dapat membangun kedekatan Ibu dan Si Kecil.
Tahukah Ibu, suara ibu adalah suara yang paling disukai oleh anak. Bahkan, suara Ibu dapat menurunkan kadar hormon kortisol yang membuat stress. Di saat yang sama, si Kecil yang mendengar suara Ibu memproduksi hormone oksitosin atau hormon bahagia. Karenanya, Si Kecil paling senang mendengar suara Ibu bernyanyi. Saat bernyanyi bersama, Si Kecil akan meningkatkan kemampuan memorinya dengan menstimulasi otak untuk menyerap informasi. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bisa meningkatkan kreativitas anak lho, Bu.
Si Kecil perlu mengenal dunia di sekitarnya. Ibu bisa mengajaknya menjelajah alam untuk meningkatkan berbagai kemampuannya. Jelajah alam bukan berarti harus mendaki gunung atau melakukan kegiatan alam yang ekstrem ya, Bu. Ibu bisa mengajak Si Kecil berkebun atau pergi ke pantai. Aktivitas fisik di alam bisa meningkatkan keterampilan motorik. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bisa menjadi stimulasi sensorik dengan mendengar kicauan burung, meraba tanah atau pasir, dan lain sebagainya.
Selain kegiatan-kegiatan di atas, cara terbaik stimulasi tumbuh kembang Si Kecil adalah dengan memenuhi asupan nutrisinya. Anak yang asupan nutrisinya tidak terpenuhi menjadi lebih sering sakit. Hal ini dapat mengganggu perkembangan anak.
Bila perlu, Ibu bisa memberikan susu tinggi protein untuk anak sebagai dukungan perkembangannya. Protein, pada anak yang berisiko mengalami stunting berperan untuk mengejar ketertinggalannya dalam hal pertumbuhan dan perkembangannya. Anak yang mengalami stunting sendiri biasanya mengalami keterlambatan perkembangan motorik, fungsi otak menurun, dan performa sekolah yang buruk.
Jika Ibu mencari susu untuk Si Kecil yang punya pertumbuhan normal sebagai asupan nutrisi tambahan, PediaSure bisa menjadi jawabannya. Ada macam-macam protein susu PediaSure yang bisa Ibu pilih sesuai dengan kebutuhan Si Kecil, termasuk PediaSure dan PediaSure GO.
Kedua jenis PediaSure ini sama-sama mengandung tiga jenis protein, yaitu Soya, Whey, dan Casein. Selain itu, kedua susu ini dilengkapi dengan Arginine dan Vitamin K2, serta diperkaya dengan DHA, AA, Omega 3 & 6, dan campuran prebiotik FOS & probiotik L. acidophilus.
Nah, itu tadi penjelasan mengenai stimulasi tumbuh kembang Si Kecil, salah satunya pemberian susu tinggi protein untuk anak. Semoga membantu ya, Bu!
SUMBER:
Air Susu Ibu dan Tumbuh Kembang Anak - IDAI. Retrieved on July 26 2024 from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-tumbuh-kembang-anak
Study of the importance of protein needs for catch-up growth in Indonesian stunted children: a narrative review - PMC. Retrieved on July 26 2024 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10123915/
Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 2) - IDAI. Retrieved on July 26 2024 from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-2
Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak - IDAI. Retrieved on July 26 2024 from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-pemantauan-tumbuh-kembang-1000-hari-pertama-kehidupan-anak
Module 2: Understanding Children's Developmental Milestones - CDC. Retrieved on July 26 2024 from https://www.cdc.gov/ncbddd/watchmetraining/module2.html
Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak - IDAI. Retrieved on July 26 2024 from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak
For the development of a young child, stimulation and early learning make a world of difference - UNICEF Zimbabwe. Retrieved on July 26 2024 from https://www.unicef.org/zimbabwe/stories/development-young-child-stimulation-and-early-learning-make-world-difference
Pentingnya Stimulasi Bermain untuk Merangsang Kecerdasan Multipel - IDAI. Retrieved on July 26 2024 from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-stimulasi-bermain-untuk-merangsang-kecerdasan-multipel
Pemilihan Mainan Anak sesuai Fase Perkembangan - IDAI. Retrieved on July 26 2024 from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/cerdas-memilih-mainan-anak
Eye contact in children's social interactions: What is normal behaviour? - Research Gate. Retrieved on July 26 2024 from https://www.researchgate.net
How to Help a Child Who Doesn't Like Eye Contact - Verywell Family. Retrieved on July 26 2024 from https://www.verywellfamily.com/how-to-help-a-child-who-does-not-like-eye-contact-5213949
Developmental consequences of early eye contact behaviour - PubMed. Retrieved on July 26 2024 from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8517158/
Reading and storytelling with babies and children - Raising Children. Retrieved on July 26 2024 from https://raisingchildren.net.au/babies/play-learning/literacy-reading-stories/reading-storytelling
Bedtime Magic - The Science of Mom's Voice - International Institute of Infant Sleep. Retrieved on July 26 2024 from https://iiisleep.com/bedtime-magic-the-science-of-moms-voice/
Sutikno, Putri & Jazuli, Muhammad & Utomo, Udi & Sunarto,. (2024). The Effects of Singing Activities on Children’s Memory, Learning Motivation, and Creativity in an Indonesian Kindergarten for Preschoolers. Journal of Law and Sustainable Development. 12. e3123. 10.55908/sdgs.v12i1.3123.
Manfaat Bermain di Alam untuk Perkembangan Anak - RRI. Retrieved on July 26 2024 from https://rri.co.id/index.php/iptek/514461/manfaat-bermain-di-alam-untuk-perkembangan-anak
Stay Connected