Campak pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Campak pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

campak pada anak
campak pada anak
campak pada anak
Tags:

Campak adalah salah satu jenis penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan termasuk salah satu penyakit yang sangat menular sehingga perlu diwaspadai.

Virus campak menyebar melalui udara dan dapat ditularkan dengan sangat mudah oleh orang yang terjangkit penyakit ini melalui napas, batuk, atau bersin. Penyakit campak dapat menyerang siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak. Namun, anak berusia di bawah 5 tahun menjadi salah satu kelompok paling berisiko terkena penyakit ini.

Maka dari itu, Ibu perlu mengetahui lebih banyak tentang penyakit campak pada anak. Apa saja penyebab, gejala, pengobatan, hingga cara agar si Kecil terhindar dari penyakit ini?

Apa Itu Campak pada Anak?

Campak dapat menyerang siapapun di segala usia. Namun penyakit ini lebih sering menyerang saat masih usia anak-anak. Meski umumnya gejalanya tidak berat dan dapat sembuh dengan sendirinya, namun penyakit campak pada anak juga bisa menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan baik.

Walaupun mudah menular, campak juga termasuk penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Karenanya, sangat penting baik anak untuk mendapatkan imunisasi campak agar terhindar dari penyakit infeksi ini.

5 Penyebab Campak pada Anak

Penyebab utama penyakit campak adalah infeksi virus. Selain itu, ada beberapa hal yang menjadi media penularan virus kepada anak. Berikut penyebab campak yang perlu diwaspadai:

1. Virus

Penyakit campak disebabkan virus rubeola sehingga penyakit campak juga disebut penyakit rubeola. Virus tersebut termasuk genus Morbillivirus dari famili Paramyxoviridae.

2. Air liur (saliva)

Virus penyebab campak dapat tersebar melalui air liur seseorang yang terinfeksi campak. Air liur tersebut bisa keluar saat bersin atau batuk kemudian terbang di udara dan terhirup orang yang sehat.

3. Kontak langsung

Selain melalui saliva, kontak langsung dengan penderita campak juga berisiko tertular penyakit ini.

4. Benda yang terkontaminasi

Virus campak diketahui dapat menempel dan bertahan hidup pada permukaan benda selama beberapa jam. Menyentuh benda yang terkontaminasi kemudian menyentuh mulut atau hidung bisa menyebabkan tertular penyakit ini.

5. Ibu hamil yang menderita campak

Ibu yang terinfeksi campak saat hamil juga dapat menularkan penyakit ini ke janin di dalam kandungan. Virus juga bisa menular saat proses persalinan atau saat menyusui.

5 Gejala Campak pada Anak

Gejala penyakit campak biasanya akan muncul sekitar 7-14 hari setelah anak terpapar virus campak. Beberapa gejala yang biasa muncul pada penderita campak di antaranya:

1. Demam tinggi

Gejala pertama yang mungkin muncul saat si Kecil terinfeksi virus campak adalah anak demam tinggi. Suhu tubuh si Kecil bahkan bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Baca Juga: Anak Demam Tapi Kaki Dingin? Cek Cara Mengatasinya di Sini!

2. Ruam merah di kulit

Ruam atau bercak kemerahan pada kulit. Penyakit ruam kulit ini bisa muncul mulai dari wajah dan telinga kemudian akan menyebar hingga ke seluruh tubuh. Ruam juga bisa terlihat seperti bintik-bintik merah di sekujur tubuh namun tidak menimbulkan rasa gatal.

3. Batuk pilek

Penderita campak juga dapat mengalami batuk kering, hingga hidung tersumbat atau pilek.

4. Bintik putih di mulut

Gejala campak lainnya adalah munculnya bintik-bintik putih yang disebut bintik Koplik di rongga mulut dan di bagian dalam pipi.

5. Konjungtivitis

Mata penderita campak sering kali menjadi merah dan sensitif terhadap cahaya yang disebut konjungtivitis.

5 Cara Mengatasi Campak pada Anak

Saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit campak atau mengatasi infeksi virus campak. Sehingga, saat anak menderita campak, yang bisa Ibu lakukan adalah menjaga kondisi daya tahan tubuhnya dan mengatasi gejala yang menyertai hingga si Kecil kembali sehat yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 10-14 hari.

Beberapa tindakan yang bisa Ibu ambil untuk mengurangi gejala penyakit campak di antaranya:

1. Cukup istirahat

Saat sakit, tubuh membutuhkan banyak energi untuk pulih. Bantu tubuh si Kecil pulih lebih cepat dengan memberikan cukup waktu istirahat.

2. Minum cukup air

Salah satu komplikasi yang dapat muncul dari penyakit campak adalah muntah dan diare. Saat gejala itu muncul, pastikan si Kecil cukup minum air untuk mencegah dehidrasi.

3. Memberi suplemen vitamin A

Kekurangan vitamin A pada penderita campak dapat meningkatkan risiko keparahan penyakit ini. Konsultasikan dengan dokter untuk memastikan apakah si Kecil membutuhkan suplemen vitamin A.

4. Minum obat penurun demam

Kenaikan suhu tubuh diperlukan untuk membunuh virus di dalam tubuh, namun apabila demam sudah terlalu tinggi hingga mencapai 40 derajat Celcius, berikan si Kecil obat penurun demam, seperti parasetamol.

5. Mengonsumsi obat antibiotik jika terjadi infeksi

Salah satu komplikasi dari penyakit campak adalah infeksi telinga dan pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Jika muncul gejala infeksi, Ibu mungkin perlu memberikan obat antibiotik. Diskusikan dahulu dengan dokter untuk mendapat resep obat yang sesuai.

Baca Juga: Konstipasi pada Anak? Cari Tahu Penyebab dan Cara Menyembuhkannya di Sini!

5 Cara Menghindarkan Anak dari Campak

penularan perawatan campak

Anak-anak termasuk kelompok yang rentan terserang penyakit campak dan lebih berisiko mengalami gejala parah. Namun, Ibu bisa menghindarkan si Kecil dari penyakit ini. Berikut ini beberapa cara yang perlu Ibu diterapkan:

1. Imunisasi campak

Imunisasi agar si Kecil kebal terhadap virus campak dilakukan dengan memberikan vaksin MMR (measles, mumps, dan rubella), yang akan melindungi tubuh dari penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan rubela (rubella). Vaksinasi MMR disarankan diberikan saat anak berusia 9-12 bulan untuk dosis pertama, dan dosis kedua saat berusia 5-6 tahun.

2. Menghindari penderita campak

Jika ada seseorang yang sedang menderita penyakit campak, sebaiknya hindari kontak secara langsung agar si Kecil tidak tertular virus.

3. Jangan menyentuh barang penderita campak

Hindari juga menyentuh barang atau benda yang sudah disentuh penderita penyakit campak karena virus campak dapat bertahan hidup di permukaan benda selama beberapa jam dan bisa masih bisa menulari orang sehat.

4. Membiasakan pola hidup sehat

Biasakan mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan lingkungan, mandi secara teratur, juga bisa mengurangi risiko terserang penyakit menular, seperti campak.

5. Mengonsumsi makanan sehat bergizi

Memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan memberi makanan dan minuman sehat dan bergizi seimbang juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak sehingga lebih kuat menahan ancaman penyakit.

Selain makanan dan minuman bergizi, Ibu juga bisa memberikan nutrisi tambahan dari PediaSure yang kini diperkaya kandungan 14 vitamin dan 9 mineral.

PediaSure memiliki keunggulan membantu mengoptimalkan daya tahan tubuh, mendukung pertumbuhan tinggi dan berat badan, serta membantu perkembangan kognitif anak.

Selain itu, PediaSure merupakan produk impor berkualitas yang telah didukung hasil uji klinis, juga memiliki varian rasa yang enak dan pasti disukai si Kecil.

Setelah mengetahui lebih banyak tentang campak pada anak, semoga Ibu dapat semakin melindungi si Kecil agar selalu sehat dan tumbuh kembang secara optimal, ya!

SUMBER: 

Measles - WHO. Retrieved on July 27 2024 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/measles

Campak pada Anak - Kemenkes. Retrieved on July 27 2024 from https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/imunisasi/campak-pada-anak

Campak: Penyebab, Gejala, dan Langkah Pengobatannya - Siloam Hospitals. Retrieved on July 27 2024 from https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-campak

Campak - Kemenkes. Retrieved on July 27 2024 from https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/penyakit-kulit--subkutan/campak

Measles - Cleveland Clinic. Retrieved on July 27 2024 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8584-measles

Measles - NHS. Retrieved on July 27 2024 from https://www.nhs.uk/conditions/measles/

Baca Selengkapnya Tentang Tumbuh Kembang si Kecil

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...