TBC pada Anak: Gejala, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

TBC pada Anak: Gejala, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

tbc pada anak
tbc pada anak
tbc pada anak
Tags:

Hingga saat ini, masalah tuberculosis atau sering disingkat sebagai TBC masih menjadi penyakit infeksi pembunuh terbesar di Dunia. Kabar buruknya, Indonesia menempati salah satu negara yang banyak mengalami kasus TBC.

Sayangnya, TBC tidak hanya menyerang orang dewasa tapi juga anak-anak. Meski begitu, masalah TBC pada anak sangat pelik karena sulitnya diagnosis, pengobatan, dan tidak optimalnya program pencegahan. Karena itu, dokter perlu menganalisis hasil pemeriksaan lebih teliti.

Tapi, sebelum membahas lebih jauh tentang TBC yang menyerang anak, kita perlu tahu lebih dulu apa itu TBC.

Apa Itu TBC?

TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini utamanya menyerang paru-paru, namun bisa juga mengenai organ lain seperti selaput otak, usus, kelenjar getah bening, ginjal, tulang dan kulit.

Penyakit yang bisa ditularkan lewat udara ini bisa menyerang siapa pun, baik orang dewasa dan anak-anak.

Namun, anak-anak bisa lebih mudah tertular TBC karena daya tahan tubuhnya lebih lemah dibandingkan orang dewasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, pada tahun 2018 sekitar seperempat populasi dunia atau 1,8 miliar orang terinfeksi TBC. Dari jumlah tersebut, 70 juta di antaranya adalah anak-anak berusia 0-14 tahun.

WHO memperkirakan, 7,5 juta anak usia 0-14 tahun terinfeksi TBC laten setiap tahunnya dan 1-1,2 juta anak berkembang menjadi TB aktif.

Tuberkulosis penyebab  233.000 anak meninggal pada tahun 2017. Kematian tertinggi pada anak di bawah 5 tahun yang kurang gizi.

Gejala TBC pada Anak

Ciri-ciri anak yang terinfeksi TBC berbeda pada setiap anak dan tergantung pada usia anak. Namun, umumnya, ciri-ciri TBC pada anak adalah:

  1. Demam pada anak
  2. Penurunan berat badan
  3. Pertumbuhan yang buruk alias anak kurang gizi
  4. Batuk lebih 2 minggu yang makin parah dan tidak bisa sembuh dengan antibiotik
  5. Kelenjar yang membengkak
  6. Menggigil.

Anak-anak juga memiliki risiko lebih tinggi terkena TBC jika mereka:

  1. Tinggal bersama anggota keluarga atau orang dewasa lain yang memiliki faktor risiko TBC
  2. Lahir di atau sering bepergian ke negara-negara di mana TBC umum terjadi, termasuk beberapa negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin
  3. Tinggal atau pernah tinggal di lingkungan kelompok besar di mana TBC lebih sering terjadi, seperti tempat penampungan tunawisma, penjara, atau penjara
  4. Baru-baru ini menghabiskan waktu dengan seseorang yang memiliki penyakit TB aktif
  5. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah karena pengobatan atau kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, kanker, dan HIV.

Baca Juga: Daya Tahan Tubuh Anak Menurun? Begini 7 Cara Mengatasinya!

Tahapan Anak Terinfeksi TBC

Ibu, tidak semua anak langsung mengalami TBC meskipun terpapar bakteri TBC. Beberapa tahapan TBC yang dialami anak adalah:

● Terpapar

Terjadi ketika seorang anak telah melakukan kontak dengan seseorang yang menderita TBC, tetapi anak tersebut memiliki tes kulit atau darah TBC yang negatif, rontgen dada yang normal, dan tidak ada gejala.

● Infeksi TBC laten

Terjadi ketika seorang anak memiliki bakteri TBC di dalam tubuhnya, tetapi tidak memiliki gejala. Daya tahan tubuh anak yang terinfeksi mengendalikan infeksi dan menyebabkan bakteri TB tidak aktif. Bagi kebanyakan orang yang terinfeksi, TBC akan menjadi laten seumur hidup. Anak akan memiliki tes kulit atau darah TBC yang positif tetapi hasil rontgen dada normal dan tidak ada gejala TBC tidak dapat menyebarkan infeksi kepada orang lain.

● Penderita TBC

Ketika anak memiliki tanda dan gejala infeksi aktif. Anak akan memiliki tes kulit atau darah TBC positif atau negatif, dan pengujian menunjukkan penyakit TB aktif di paru-paru atau tempat lain di tubuh. Mereka dapat menyebarkan penyakit jika infeksi berada di paru-paru dan tidak diobati.

Cara Mencegah TBC Pada Anak

Agar anak tidak tertular TBC, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua di antaranya:

  • Pemberian vaksin Bacille Calmette-Guérin (BCG) pada bayi yang baru lahir
  • Asupan gizi seimbang, bila perlu beri susu untuk daya tahan tubuh anak
  • Mencari sumber penularan, adakah orang yang sakit TBC tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan anak. Penderita TBC harus mendapat pengobatan TBC yang adekuat dan tuntas.
  • Melakukan atau memberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) kepada anak yang kontak serumah dengan pasien TBC aktif.
  • Upayakan menjaga lingkungan rumah atau tempat tinggal tetap bersih, tidak lembap, dan memastikan sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah.

Cara Mengatasi TBC pada Anak

Apabila anak sudah dinyatakan mengidap TBC, pengobatannya bisa sampai 9 bulan. Ada 2 fase pengobatan, yakni tahap intensif dan tahap lanjutan.

Pengobatan tahap intensif dilakukan pada 2-3 bulan pertama dengan mengonsumsi obat harian kombinasi dosis tetap yang berdasarkan pada berat badan anak.

Anak dengan tes dahak positif akan melakukan evaluasi dahak pada bulan kedua, bulan ketiga, dan bulan keenam. Pada masa ini, pengobatan benar-benar harus diperhatikan jangan sampai ada yang terlewat.

Jika mengonsumsi obat secara teratur pada tahap intensif dan gejala TB tetap ada, maka pengobatan diulangi dari awal.

Anak yang orangtuanya terkena TBC akan mendapatkan pengobatan dengan dosis pencegahan agar tidak tertular dari orangtuanya. Ibu dengan TB tidak resisten tetap boleh memberikan air susu ibu (ASI) pada anaknya.

Penyakit TBC berhubungan erat dengan kekurangan asupan gizi dan penurunan berat badan. Akibatnya, penderita TBC seringkali mengalami malnutrisi.

Infeksi bakteri TBC dapat meningkatkan metabolisme tubuh, tapi di sisi lain juga menurunkan selera makan Si Kecil. Akibatnya, cadangan energi di dalam tubuh berkurang sehingga lama-lama berat badan menurun. Tak hanya itu, sistem kekebalan tubuh juga terganggu jika tubuh mengalami malnutrisi.

Oleh karena itu, penderita TBC penting untuk mencegah terjadinya malnutrisi. Sebab, malnutrisi akan meningkatkan efek jangka panjang TBC, lamanya pengobatan, angka kekambuhan yang tinggi, dan meningkatkan kejadian infeksi lain serta risiko kematian.

Ibu, jangan sampai si kecil terpapar bakteri TBC yang membuat  pertumbuhannya tidak optimal. Selain menjaga agar lingkungan tetap bersih dan menjauhkan si kecil dari penderita TBC, ibu juga harus memberikan nutrisi tambahan yang akan membuat daya tahan tubuhnya lebih kuat.

Salah satu nutrisi tambahan yang baik untuk si kecil adalah PediaSure, yang mendukung pertumbuhan nyata dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

PediaSure dilengkapi dengan Triple Protein, Arginine dan vitamin K2, kombinasi yang membantu mendukung pertumbuhan tulang si kecil. PediaSure juga mengandung omega 3 & 6, DHA & AA. Secara klinis, kandungan ini bantu mendukung perkembangan otak dan kemampuan berpikir si kecil.

PediaSure juga mengandung campuran prebiotik FOS, 14 vitamin, dan 9 mineral. Kandungan ini membantu menjaga fungsi cerna si kecil. Nutrisi lengkap yang terkandung dalam PediaSure baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Ingat, asupan nutrisi yang baik dapat mencegah terjadinya TBC pada anak, ya Bu!

SUMBER: 

Tuberculosis - WHO. Retrieved on July 27 2024 from https://www.who.int/health-topics/tuberculosis#tab=tab_1

Buku-TB-anak-ok.pdf - TB Indonesia. Retrieved on July 27 2024 from https://tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2020/05/Buku-TB-anak-ok.pdf 

Tuberculosis (TB) in Children - Stanford Children. Retrieved on July 27 2024 from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=tuberculosis-tb-in-children-90-P02548

Tuberculosis in Children - CDC. Retrieved on July 27 2024 from https://www.cdc.gov/tb/about/children.html?CDC_AAref_Val=https://www.cdc.gov/tb/topic/populations/tbinchildren/default.htm

Tuberculosis (TB) in Children - Health Encyclopedia - University of Rochester Medical Center. Retrieved on July 27 2024 from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=P02548

Mengenal Gejala TBC Pada Anak - Kemenkes RI. Retrieved on July 27 2024 from https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-gejala-tbc-pada-anak

Kenali Tuberculosis Anak - RSUP Sardjito. Retrieved on July 27 2024 from https://sardjito.co.id/2019/11/08/kenali-tuberculosis-anak/

Cegah Malnutrisi pada Penderita Tuberkulosis - Kemenkes RI. Retrieved on July 27 2024 from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1965/cegah-malnutrisi-pada-penderita-tuberkulosis  

Baca Selengkapnya Tentang Tumbuh Kembang si Kecil

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...