PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Seribu hari pertama kehidupan Si Kecil adalah masa emas pertumbuhan anak. Jika asupan nutrisinya tidak optimal dalam masa emas ini, Si Kecil bisa mengalami kekurangan gizi atau bahkan stunting loh, Bu.
Kabar buruknya, stunting bukan hanya tentang perawakan anak yang pendek saja. Tapi ada sejumlah masalah kesehatan yang menyertainya. Mulai dari gangguan kesehatan hingga rendahnya kemampuan kognitif anak saat dewasa.
Tentunya, tidak ada Ibu yang ingin anaknya mengalami stunting. Tidak heran banyak Ibu mencoba mengatasinya, termasuk dengan memberikan susu untuk anak stunting.
Tapi, benarkah susu bisa menjadi salah satu solusi stunting? Yuk kita simak bersama penjelasan tentang stunting dan pencegahannya dalam artikel ini.
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dikarenakan kekurangan gizi, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak adekuat dalam jangka waktu yang lama. Anak yang didiagnosis stunting adalah yang punya tinggi badan tidak sesuai dengan usianya. Tepatnya, tinggi badan Si Kecil berada pada -2 kurva pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Meski ditandai dengan perawakan pendek, tapi stunting tidak hanya tentang tinggi badan. Stunting juga disebut dengan kondisi gagal tumbuh karena bisa anak gagal mencapai potensi fisik dan kognitif yang optimal.
Artinya, stunting juga menghambat perkembangan otak anak.
Pada usia sekolah, hal ini akan menghambat Si Kecil berkembang karena kemampuan mental dan kapasitas belajar anak terbatas. Ketika dewasa, anak yang didiagnosis stunting cenderung lebih sulit mendapat pekerjaan dan penghasilan layak. Belum lagi, stunting juga dibayang-bayangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.
Meski utamanya disebabkan oleh kekurangan nutrisi dalam jangka panjang, ada banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami stunting. Misalnya Ibu hamil yang kekurangan gizi, asupan makanan yang tidak ada nilai gizi, kondisi lingkungan tempat tinggal dan sanitasi yang kurang bersih, dan tidak tersedianya air bersih juga bisa meningkatkan risiko anak mengalami stunting.
Baca Juga: Efektif! Begini 12 Langkah Pencegahan & Penanganan Stunting
Di Indonesia, kasus stunting masih cukup tinggi. Angka prevalensi stunting tahun 2022 mencapai 21,6 persen. Padahal, stunting berdampak buruk pada masa depan anak. Tentunya Ibu tidak ingin Si Kecil mengalaminya, bukan? Untuk itu, Ibu perlu melakukan langkah-langkah pencegahannya. Setidaknya ada beberapa cara mencegah stunting pada anak, di antaranya:
Seribu hari pertama kehidupan anak telah dimulai sejak dalam kandungan. Karena itu, untuk mencegah stunting juga perlu dilakukan sejak Ibu hamil. Memenuhi kebutuhan nutrisi harian selama kehamilan dapat mencegah Si Kecil mengalami stunting. Lakukan pemeriksaan kehamilan rutin dan terapkan gaya hidup sehat selama hamil agar Si Kecil terhindar dari infeksi yang bisa menyebabkan malnutrisi ya, Bu.
Penelitian menunjukkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sejak kelahiran bayi dapat mencegah stunting. Pemberian ASI ini bahkan bisa dilanjutkan hingga Si Kecil berusia 2 tahun. Tapi tentunya, selepas usia 6 bulan, pemberian ASI juga harus dibarengi dengan makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang.
Penelitian menunjukkan bahwa stunting berhubungan dengan asupan protein hewani yang rendah. Karena itu, mengenalkan protein hewani sejak MPASI perlu dilakukan. Ibu bisa memberikan protein hewani berupa telur, daging ayam, daging sapi, atau ikan dalam setiap menu MPASI Si Kecil. Beberapa penelitian bahkan menyebut dua telur setiap hari terbukti dapat mencegah terjadinya stunting pada anak usia balita.
Ibu juga perlu memantau tumbuh kembang Si Kecil setiap bulan. Ini karena stunting tidak terjadi dalam satu malam. Sebelum si Kecil stunting, diawali dengan kekurangan gizi yang ditandai dengan kenaikan berat badan yang tidak adekuat atau weight faltering. Ketika mendapati hal ini dalam penimbangan berkala, Ibu bisa segera melakukan intervensi agar Si Kecil tidak mengalami stunting.
Stunting juga bisa terjadi karena infeksi berulang pada Si Kecil. Ketika sakit, tubuh membutuhkan banyak energi untuk pemulihan. Padahal, di masa kanak-kanak, energi tersebut juga dibutuhkan untuk tumbuh. Akibatnya, anak yang sering sakit menjadi sulit tumbuh dengan baik. Karena itu, melengkapi vaksinasi Si Kecil dapat menjadi langkah pencegahan penyakit sekaligus mencegah terjadinya stunting.
Kebersihan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi stunting. Penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan sanitasi yang baik dapat menurunkan angka kejadian stunting. Menjaga kebersihan perorangan, mengolah makanan dengan memperhatikan higienitas, dan pemeliharaan fasilitas sanitasi lingkungan juga perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan stunting.
Manfaat susu untuk anak utamanya adalah pemenuhan nutrisi yang mendukung pertumbuhan anak. Dengan begitu, Si Kecil bisa terhindar dari stunting. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang terbit tahun 2023 tentang peningkatan konsumsi susu dapat menurunkan angka kejadian stunting.
Baca Juga: Apa Saja Indikator Stunting Menurut WHO? Cek di Sini!
Pemberian susu untuk anak stunting menjadi salah satu upaya untuk mengejar ketertinggalan gizinya. Namun, secara garis besar, susu juga punya beberapa manfaat untuk Si Kecil baik yang mengalami stunting maupun tidak:
Itu tadi beberapa manfaat susu untuk anak. Jika Ibu sedang bingung memilih mana merk susu yang cocok untuk Si Kecil, cobalah PediaSure.
PediaSure merupakan protein susu pertumbuhan yang diformulasikan secara ilmiah untuk anak usia 1 sampai 10 tahun dengan pertumbuhan normal. PediaSure diformulasikan dengan Triple Protein (Soya, Whey, dan Casein). Merk ini juga dilengkapi dengan kandungan Arginine dan Vitamin K2. PediaSure juga diperkaya DHA, AA, Omega 3 & 6, serta campuran Prebiotik FOS & Probiotik L.acidophilus, 14 Vitamin dan 9 Mineral.
Sedangkan jika ibu mencari susu untuk anak kurang gizi atau berisiko mengalami gagal tumbuh, coba diskusikan pemberian produk olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) dengan dokter spesialis anak.
Abbott memiliki PediaComplete yang merupakan pangan olahan untuk keperluan medis khusus sebagai dukungan nutrisi pada anak berisiko gizi kurang.
Nah, itu tadi sekilas tentang susu untuk anak stunting yang mungkin bisa Ibu pilih. Semoga membantu ya!
SUMBER:
Impact of Stunting on Development of Children between 1–3 Years of Age - PMC. Retrieved on July 25 2024 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9214736/
Stunting in a nutshell - WHO. Retrieved on July 25 2024 from https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
Malnutrition - WHO. Retrieved on July 25 2024 from https://www.who.int/health-topics/malnutrition
Nutrition First: From Surviving to Thriving - UNICEF India. Retrieved on July 25 2024 from https://www.unicef.org/india/what-we-do/nutrition
Mengenal Lebih Jauh tentang Stunting - Kemenkes RI. Retrieved on July 25 2024 from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2657/mengenal-lebih-jauh-tentang-stunting
The Importance of Nutritional Intake to Prevent Stunting - Faculty of Medicine Universitas Indonesia. Retrieved on July 25 2024 from https://fk.ui.ac.id/news-2/the-importance-of-nutritional-intake-to-prevent-stunting.html
Exclusive Breastfeeding Protects Young Children from Stunting in a Low-Income Population: A Study from Eastern Indonesia - PMC. Retrieved on July 25 2024 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8706015/
Animal Sourced Foods and Child Stunting - PMC. Retrieved on July 25 2024 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7734193/
Dua Butir Telur Ayam Per Hari Dapat Mencegah Stunting Pada Balita - UNAIR. Retrieved on July 25 2024 from https://s2epid.fkm.unair.ac.id/2023/06/08/dua-butir-telur-ayam-per-hari-dapat-mencegah-stunting-pada-balita/
PEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERAN TATA LAKSANA STUNTING - Kemenkes RI. Retrieved on July 25 2024 from https://yankes.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1673400525_335399.pdf
Exploring the Relationship Between Immunisation and Stunting: Understanding the Impact of Vaccinations on Child Growth and Development — Universitas Indonesia. Retrieved on July 25 2024 from https://scholar.ui.ac.id/en/publications/exploring-the-relationship-between-immunisation-and-stunting-unde
Seberapa Pengaruh Peningkatan Fasilitas Sanitasi Terhadap Kejadian Stunting pada Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia? - UNAIR. Retrieved on July 25 2024 from https://fkm.unair.ac.id/seberapa-pengaruh-peningkatan-fasilitas-sanitasi-terhadap-kejadian-stunting-pada-masa-pandemi-covid-19-di-indonesia/
Growth in milk consumption and reductions in child stunting: Historical evidence from cross-country panel data - ScienceDirect. Retrieved on July 25 2024 from https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0306919223000830
PEMBERIAN SUSU UNTUK BALITA STUNTING - Website Resmi Desa Wajasari Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen. Retrieved on July 25 2024 from https://wajasari.kec-adimulyo.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/130
Is High Milk Intake Good for Children’s Health? A National Population-Based Observational Cohort Study - PMC. Retrieved on July 25 2024 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8541527/#B3-nutrients-13-03494
Does Milk Help Kids Grow? - Healthline. Retrieved on July 25 2024 from https://www.healthline.com/nutrition/does-milk-help-you-grow
5 Amazing Benefits Of Milk For Kids - Momjunction. Retrieved on July 25 2024 from https://www.momjunction.com/articles/benefits-of-milk-for-kids_00351190/
Association between milk consumption and child growth for children aged 6–59 months - Scientific Reports. Retrieved on July 25 2024 from https://www.nature.com/articles/s41598-020-63647-8
Stay Connected